Implementasi Kurikulum Merdeka di SMAS Darul Falah Enrekang pada Tahun Ajaran 2025-2026 sudah dilaksanakan pada Fase E dan Fase F atau sudah pada keseluruhan tingkat kelas mulai Kelas X, XI, dan XII. Pengorganisasian pembelajaran di SMAS Darul Falah Enrekang memuat beban belajar wajib (muatan nasional) dan beban belajar tambahan di kegiatan Intrakurikuler, Kokurikuler dan Ekstrakurikuler

Dalam Kurikulum Merdeka, intrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan secara terstruktur dan terjadwal sesuai dengan mata pelajaran yang ada di sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian inti dari proses belajar mengajar di kelas, bertujuan untuk mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan

Muatan tambahan kurikulum bahasa dan keagamaan ini disusun memperkuat materi pembinaan kepesantrenan dan bahasa yang dilaksanakan di pondok pada subuh, sore dan malam hari.

Kurikulum Bahasa dan Keagamaan ini dirancang untuk mencapai beberapa tujuan utama:

  1. Penguatan Karakter Peserta Didik/Santri: Menanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia melalui pembelajaran agama yang intensif.
  2. Penguasaan Bahasa: Mengembangkan kemampuan aktif berbahasa Arab dan Inggris sebagai alat komunikasi dan sumber pengetahuan.
  3. Peningkatan Wawasan Keagamaan: Membekali peserta didik/santri dengan pemahaman yang komprehensif tentang ajaran Islam, mulai dari Aqidah Akhlak, Fiqih, Ulumul Qur’an,   Ulumul Hadits, Nahwu dan Sharf serta Bahasa Arab.

Ada tiga bentuk utama kegiatan kokurikuler yang dikembangkan di SMAS Darul Falah Enrekang sesuai dengan analisis kebutuhan murid, potensi satuan pendidikan, dan konteks lokal. Bentuk-bentuk ini bersifat fleksibel dan dapat dikombinasikan:

  1. Pembelajaran Kolaboratif Lintas Disiplin Ilmu

Mengintegrasikan dua atau lebih mata pelajaran dalam satu tema relevan dengan kehidupan nyata, yang menggabungkan Mata pelajaran PAI, Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPAS), Matematika, dan PJOK dengan tema proyek “Sekolahku THE BEST [Tertata-Hijau-Estetik+Bersih-Efektif-Sehat-Tertib]”dengan kegiatan menata kelas dengan estetik, taman gasebo dan lingkungan sekolah untuk mengembangkan kesehatan, kreativitas, dan kolaborasi.

  • Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH)

Berbasis pembiasaan harian seperti beribadah, berolahraga, belajar, berbagi, bermasyarakat, dan berbudaya. Di SMAS Darul Falah Enrekang, diimplementasikan melalui kegiatan Literasi Al Qur’an, menghafal Al Qur’an dan ibadah Sholat Dhuha dengan Tema “Good Habits Of Student”untuk meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berfikir kritis dan kemandirian

  • Cara Lainnya

Bentuk khas satuan pendidikan berdasarkan kurikulum satuan pendidikan atau kebijakan pemerintah, seperti kegiatan berbasis nilai-nilai sekolah dan di SMAS Darul Falah Enrekang, diimplementasikan melalui kegiatan yang berkaitan dengan demokrasi dengan Tema “DAFA Election”merupakan kegiatan pemilihan Ket1u Organisasi Santri Darul Falah (OSDF) untuk penguatan kewargaan, berfikir kritis, kemandirian, dan komunikasi.