ENREKANG – Suasana berbeda tampak di lingkungan sekolah selama lima hari terakhir, tepatnya sejak 25 April hingga 30 April 2026. Aroma menggugah selera dari kuliner khas Bumi Massenrempulu menyeruak di setiap sudut koridor dan area Auditorium. Bukan tanpa alasan, para santri tengah berjibaku dalam kegiatan kokurikuler bertema kewirausahaan (entrepreneurship) yang dirancang untuk membentuk mental kemandirian mereka.


Dari Perencanaan Hingga Aksi Lapangan
Rangkaian kegiatan dibuka dengan sesi sosialisasi dan pembagian kelompok yang mempertemukan kreativitas santriwan dan santriwati. Di tahap awal ini, para santri ditantang untuk menyusun perencanaan bisnis yang matang, mulai dari pemilihan menu, perhitungan modal, hingga strategi pemasaran.


Puncak keseruan terjadi saat memasuki hari kedua dan ketiga. Koridor sekolah dan area sekitar Auditorium disulap menjadi pasar kuliner dadakan. Dengan tetap menjaga batasan satuan terpisah antara santriwan dan santriwati, kemeriahan tetap terasa hangat. Berbagai kudapan khas Enrekang dijajajkan dengan penuh semangat. Para santri tidak hanya belajar memasak, tetapi juga mempraktikkan langsung seni berkomunikasi dengan pelanggan dan manajemen keuangan secara real-time.


Uji Mental di Sesi Presentasi
Memasuki hari terakhir, suasana berubah menjadi lebih formal namun tetap dinamis. Setiap kelas diwajibkan memaparkan laporan hasil penjualan mereka di depan forum. Sesi presentasi ini berlangsung hidup dan interaktif. Pertanyaan-pertanyaan kritis dari dewan guru serta tanggapan dari sesama rekan santri dijawab dengan lugas oleh para peserta.


“Pemaparan laporan tadi sangat luar biasa. Kita bisa melihat bagaimana para santri mempertahankan argumen bisnis mereka dan mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang mereka kelola,” ujar salah satu dewan guru yang hadir.

Lebih dari Sekadar Nilai Akademik
Kegiatan ini resmi ditutup dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa esensi dari kegiatan kewirausahaan ini bukan sekadar mengejar nilai di atas kertas, melainkan investasi mental untuk masa depan.
“Harapan kami, kegiatan ini bukan hanya terkait nilai akademik semata. Lebih dari itu, ini adalah bekal mental untuk menghadapi dunia nyata ke depannya. Kami ingin para santri memiliki keberanian, kejujuran, dan ketangguhan dalam berwirausaha,” ungkap Kepala Sekolah dalam sambutan penutupnya.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para santri diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman berdagang, tetapi juga semangat kemandirian yang selaras dengan nilai-nilai luhur budaya Massenrempulu.
